Manajemen klasik

MANAJEMEN
 
Pengertian Manajemen – Kali ini saya posting beberapa pendapat dari ahli ekonomi tentang pengertian manajemen. Istilah Manajemen merupakan terjemaahan bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman. Berbagai istilah yang dipergunakan, seperti ketatalaksanaan, manajemen, managemen dan pengurusan. Untuk menghindari penafsiran yang berbeda-beda, maka dalam penelitian ini penulis menggunakan istilah aslinya yaitu manajemen. Bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian, yakni : pertama, manajemen sebagai suatu proses, kedua, manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dan ketiga, sebagai suatu seni ( Art ) dan sebagai suatu ilmu (M. Manulang, 2003;h.1).
 
Selanjutnya pengertian manajemen menurut Haiman yang dikutip oleh M. Manulang (2003;h.1) dikatakan bahwa manajemen adalah :
“Fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan bersama”.
Menurut M. Manulang (2003;h.5) dikatakan bahwa manajemen adalah:
“Seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan sumber daya untuk mencapai tujuan yang sudah di tetapkan”.
Menurut Pandji Anoraga (2000;h.110) : “Manajemen adalah persoalan mencapai suatu tujuan tertentu dengan suatu kelompok orang”.
Dan menurut Ahmad Tohardi (2002;h.15), mengatakan bahwa : “Manajemen adalah ilmu dan seni dalam mengatur tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dengan melakukan kerjasama dengan orang lain”.
Pendapat-pendapat tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa pada prinsipnya mempunyai tujuan yang sama yaitu guna meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja secara efektif dan efisien. Sehingga terdapat tiga fungsi pokok dalam definisi-definisi tersebut di atas, yaitu pertama, adanya tujuan yang ingin dicapai, kedua, tujuan dicapai dengan menggunakan kegiatan orang lain, dan ketiga, kegiatan-kegiatan orang lain tersebut harus dibmbng dan di awasi. Dengan kata lain bahwa dengan segenap orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen.
 

Teori Manajemen Aliran Klasik / Tradisional

Teori Manajemen Klasik

  • Robert Owen

Dimulai pada awal tahun 1800-an sebagai Manajer Pabrik Pemintalan Kapas di New Lanark, Skotlandia. Robert Owen mencurahkan perhatiannya pada penggunaan faktor produksi mesin dan faktor produksi tenaga kerja. Dari hasil pengamatannya disimpulkan bahwa, bilamana terhadap mesin diadakan suatu perawatan yang baik akan memberikan keuntungan kepada perusahaan, demikian pula halnya pada tenaga kerja, apabila tenaga kerja dipelihara dan dirawat (dalam arti adanya perhatian baik kompensasi, kesehantan, tunjangan dan lain sebagainya) oleh pimpinan perusahaan akan memberikan keuntungan kepada perusahaan. Selanjutnya dikatakan bahwa kuantitas dan kualitas hasil pekerjaan dipengaruhi oleh situasi ekstern dan intern dari pekerjaan. Atas hasil penelitiannya Robert Owen dikenal sebagai Bapak Manajemen Personalia. Dia juga sebagai salah seorang pendiri gerakan koperasi konsumsi, adapun usaha yang pernah dilakukan dan mengalami kegagalan adalah mendirikan suatu komune di New Harmoni, Indiana pada tahun 1824.

  • Charles Babbage

Charles Babbage adalah seorang Profesor Matematika dari Inggris yang menaruh perhatian dan minat pada bidang manajemen. Perhatiannya pada operasi-operasi pabrik yang dapat dilakukan secara efisien. Dia percaya bahwa aplikasi prinsip-prinsip ilmiah pada proses kerja akan menaikkan produktivitas dari tenaga kerja dan menurunkan biaya, karena pekerjaan-pekerjaan dilakukan secara efektif dan efisien. Dia menganjurkan agar para manajer bertukar pengalaman dan dalam penerapan prinsip-prinsip manajemen. Perhatiannya diarahkan dalam hal pembagian kerja (devision of labour), yang mempunyai beberap keunggulan, yaitu :

  1. Waktu yang diperlukan untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang baru.
  2. banyaknya waktu yang terbuang bila seseorang berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, dan orang tersebut harus menyesuaikan kembali pada pekerjaan barunya sehingga akan menghambat kemajuan dan ketrampilan pekerja, untuk itu diperlukan spesialisasi dalam pekerjaannya.
  3. Kecakapan dan keahlian seseorang bertambah karena seorang pekerja bekerja terus-menerus dalam tugasnya.
  4. Adanya perhatian pada pekerjaannya sehingga dapat meresapi alat-alatnya karena perhatiannya pada itu-itu saja.

Kontribusi lain dari Charles Babbage yaitu menciptakan mesin hitung (calculator) mekanis yang pertama, mengembangkan program-program permainan untuk komputer, mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan antara para pekerja dengan pemilik perusahaan, juga membuat skema perencanaan pembagian keuntungan.

 

nah sekian postingan saya tentang pengertian dan teori manajemen klasik , semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s